Selepas dakwah Nabi Nuh ditolak oleh kaumnya, Nabi Nuh telah berdoa kepada Allah S.W.T "Jangan tinggalkan walaupun seorang kafir dari kaumku di atas muka bumi." Doa Nabi Nuh dimakbulkan oleh Allah S.W.T dan Nabi Nuh telah diperintahkan untuk membina sebuah bahtera yang besar.
Kata-kata salah seorang kaumnya;
Pemuda pertama : Apa ini wahai Nuh? Membuat bahtera di padang pasir!?
Pemuda kedua : Dan di mana engkau mahu menggerakkan bahtera ini? Laluan atas pasir?...
Pemuda ketiga : Tidak! Sesungguhnya dia akan membawanya hingga ke atas air.
Kemudian mereka mentertawakan Nabi Nuh...
Nabi Nuh a.s : Sesungguhnya kamu mengejek aku sekarang, tetapi ia akan segera mendekati kamu, Insya Allah.
Maka, apabila telah sampai janji Allah...
terdengar di kalangan mereka orang yang memekik.
Kata salah seorang dari mereka : Sesungguhnya langit menurunkan hujan yang lebat, tidak cerah seperti sebelum ini.
Yang lain berkata : Lihatlah air yang keluar dengan banyak dari perut bumi.
Jawab yang lain pula : Sesungguhnya ini adalah maut!
"Sesungguhnya telah diturunkan oleh Allah kepada Nabi Nuh sesiapa dari kaumnya yang bersama-sama dengannya akan selamat ahlinya di atas bahtera selepas mereka melihat petanda dari Allah."
Terdengar pekikkan suara : Petanda? Apakah ia petanda itu?
Maka dijawabnya : Keluar air dari perut bumi.
Dan perintah Allah kepada nabi-Nya, Nuh untuk membawa bersama-samanya dari setiap haiwan berpasang-pasangan lelaki dan perempuan. Maka berlayarlah bahtera meredah air ditengah-tengah banjir yang tingginya mencapai tingginya gunung.
Nabi Nuh terdorong oleh suara hati kecilnya berteriak dengan suaranya yang kuat memanggil puteranya...
Nabi Nuh: Wahai anakku! Datanglah kemari dan gabungkan dirimu bersama keluargamu. Bertaubatlah engkau dan berimanlah kepada Allah agar engkau selamat dan terhindar dari bahaya maut yang engkau menjalani hukuman Allah.
Kan'aan, putera Nabi Nuh, yang tersesat dan keras kepala itu menolak dengan keras ajakan dan panggilan ayahnya yang menyayanginya dengan kata-kata yang menentang...
Kan'aan: Biarkanlah aku dan pergilah, jauhilah aku, aku tidak sudi berlindung di atas geladak kapalmu aku akan dapat menyelamatkan diriku sendiri dengan berlindung di atas bukit yang tidak akan dijangkau oleh air bah ini!
Nabi Nuh: Percayalah bahawa tempat satu-satunya yang dapat menyelamatkan engkau ialah bergabung dengan kami di atas kapal ini. Masa tidak akan ada yang dapat melepaskan diri dari hukuman Allah yang telah ditimpakan ini kecuali orang-orang yang memperolehi rahmat dan keampunan-Nya.
Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kan'aan disambar gelombang yang ganas dan lenyaplah ia dari pandangan mata ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan air mengikut kawan-kawannya dan pembesar-pembesar kaumnya yang derhaka.
Nabi Nuh bersedih hati dan berdukacita atas kematian puteranya dalam keadaan kafir tidak beriman dan belum mengenal Allah. Beliau berdoa kepada Allah "Ya Tuhanku, sesungguhnya puteraku itu adalah darah dagingku dan adalah bahagian dari keluargaku dan sesungguhnya janji-Mu adalha janji benar dan Engkaulah Maha Hakim yang Maha Berkuasa."
Kepadanya Allah berfirman : "Wahai Nuh! Sesungguhnya dia puteramu itu tidaklah termasuk keluargamu, kerana ia telah menyimpang dari ajaranmu, melanggar perintahmu menolak dakwahmu dan mengikuti jejak orang-orang yang kafir daripada kaummu.Coretlah namanya dari daftar keluargamu.Hanya mereka yang telah menerima dakwahmu mengikuti jalanmu dan beriman kepada-Ku dapat engkau masukkan dan golongkan ke dalam barisan keluargamu yang telah Aku janjikan perlindungannya danterjamin keselamatan jiwanya.Adapun orang-orang yang mengingkari risalah mu, mendustakan dakwahmu dan telah mengikuti hawa nafsunya dan tuntutan Iblis, pastilah mereka akan binasa menjalani hukuman yang telah Aku tentukan walau mereka berada dipuncak gunung. Maka janganlah engkau sesekali menanyakan tentang sesuatu yang engkau belum ketahui. Aku ingatkan janganlah engkau sampai tergolong ke dalam golongan orang-orang yang bodoh."
Nabi Nuh menghadap kepada Allah memohon ampun dan maghfirahnya dengan berseru:"Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari godaan syaitan yang terlaknat, ampunilah kelalaian dan kealpaanku sehingga aku menanyakan sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Ya Tuhanku bila Engkau tidak memberi ampun dan maghfirah serta menurunkan rahmat bagiku, nescaya aku menjadi orang yang rugi."
Setelah air bah itu mencapai puncak keganasannya dan habis binasalah kaum Nuh yang kafir dan zalim sesuai dengan kehendak dan hukum Allah, surutlah lautan air diserap bumi kemudian bertambatlah kapal Nuh di atas bukit " Judie " dengan iringan perintah Allah kepada Nabi Nuh:"Turunlah wahai Nuh ke atas darat engkau dan para mukmin yang menyertaimu dengan selamat dilimpahi barakah dan inayah dari sisi-Ku bagimu dan bagi umat yang menyertaimu."
Wallahu ta'ala a'alam...